Thursday, November 29, 2012

Paguyuban Anak Ponorogo

Paguyuban Anak Ponorogo
Sewaktu saya duduk di bangku SMP tepatnya tahun 2009, saat itu saya sudah ikut organisasi PAP (Paguyuban Anak Ponorogo) paguyuban ini bergerak dalam bidang anak, mulai dari sosialisator hak dan kewajiban anak, pengamat anak dikawasan Ponorogo serta menjadi wadah aspirasi anak Ponorogo dalam berbagai bidang. Saat itu saya pernah bersama PAP melakukan sosialisasi tentang hak dan kewajiban anak di sebuah SMP di Kota Ponorogo lebih tepatnya SMPN 2 Ponorogo, di sana kami dari Oraganisasi menjelaskan apa yang sebenarnya di maksud akan hak dan kewajiban anak agar mereka memahami pula apa hak dan kewajiban mereka sendiri sebagai anak di dewasa ini.

Tuesday, November 20, 2012

Pencak Dor - Sabung Bebas : Tingkatkan Sportifitas


Oleh : Samsul Bahri.
Dahulu bisa kita baca di literatur sejarah kerajaan di Nusantara pasti masing masing untuk memperbutkan pendekar terkuat untuk menjadi panglima perang misalnya pasti memilih seorang yang mempunyai kekuatan "pilih tanding". Kalo di dunia juga bisa kita lihat di flm film laga baik Barat atau China misalnya jelas jelas itu juga bisa dimaknai sebagai sabung bebas. Kalo di Pesantren ada tradisi "Sabung Bebas" ini biasanya untuk silaturahim para Pendekar se - Tanah Jawa yang berbasis pesantfren atau yg bukan dilakukan pada bulan Maulid atau Assyura atau Muharam. Nanti akan dinobatkan pendekar paling kuat dan sifatnya ini sebuah persahatan atau silaturahim. Sabung bebas ini sejauh yg saya ketahui sering diselengarakan di Ponorogo atau Kediri. Biasanya para Pendekar dari Kulon atau Banten, Timur, Barat dan Tengah saling bersilaturahim "menjajal" kekuatan diri.

Tuesday, September 25, 2012

What I Think About Ponorogo?


IF you READ THIS LETTER TO ALL OUT, ​​I’m really matur nuwun once, you are wasting your time. Because often when I talk to my friends in their overseas rather than nostalgia tock stories, about the grandson, disease, and show off his past glory. That’s interesting ideas for me, but not for Ponorogo.


Read more: http://healthmad.com/mental-health/what-i-think-about-ponorogo/#ixzz27SXt4TER

The Biggest Culture Event in Ponorogo Regency


This agenda entered East Java tourism calendar (Calendar of event). Grebeg Suro is the ritual culture incident and became the party site of Ponorogo people. Usually it begun a week before one Suro.

GREBEG SURO


Read more: http://socyberty.com/holidays/is-the-biggest-culture-event-in-ponorogo-regency/#ixzz27SXPvxMU

About Reyog Ponorogo Part 15

The second version of legend.
Long ago there lived a ruler of Wengker named Prince Wijaya. Wengker was so often to be in wars against Kahuripan Kingdom which was then ruled by Airlangga. Due to the wars part of Wengker territory fell under Kahuripan to be its dependency. Wengker wished to regain its lost territory. 

Read more: http://socyberty.com/politics/about-reyog-ponorogo-part-15/#ixzz27SX63220

Fact vs. Legend Ngebel Lake


One thing that may make sense is that the lake has the cone-shape bottom, which may cause ‘circle water current’ that sucks into its depth. (continued)
The legend of Ngebel is possibly took place in the era of Islamic Kingdom Mataram back in 17th Century, as informed by Ngebel villager. Should this be true the natural disaster of a big flood drowning the village may be true. The natural disaster of the big flood possibly was caused an effect of the eruption of Mount Wilis in 1640 AD. 

Read more: http://scienceray.com/earth-sciences/fact-vs-legend-ngebel-lake-two/#ixzz27SWoPSAl

About Reyog Ponorogo Part 10

The second opinion puts tradition of custom rites (religious ceremony) as a reference. Some experts in cultures say that something which motivated the birth of Reyog Ponorogo was the tradition of custom rites when the flourishing animism culminated. In the past the Javanese generally had a belief that spirit of the dead could be brought in to the mortal world of man, and so could the spirits of dead animals. The spirits were brought in for safeguarding life and giving strength or power. (continued)

Thursday, June 7, 2012

Adegan mesum pelajar

Video mesum tersebar cepat di masyarakat via Handpone tersebut terbagi dalam dua file. Pertama file yang diberi judul JL (1) berdurasi 6 menit 50 detik dan yang kedua dengan judul MT berdurasi 10 menit 56 detik. Adegan mesum yang diperankan pelajar kembali menggemparkan masyarakat Jawa Timur. Kali ini adegan mesum diduga dilakukan sepasang pelajar SMK di Ponorogo dalam bentuk video itu beredar dari ponsel ke ponsel.
Dua orang artis dadakan dalam rekaman video tersebut adalah JL dan MT dimana mereka masih bersetatus pelajar di salah satu SMK swasta yang ada di kota Reog, dan keduanya diduga sama-sama warga Kecamatan Babadan.
Dalam video itu,  terekam seorang gadis berparas cantik berhubungan layaknya suami istri dengan seorang pemuda. Keduanya beradegan syur  diatas  ranjang tanpa sehelai benang pun.
Tayangan video mesum ini diperkirakan direkam oleh pelaku dengan menggunakan handphone tersebut ditengarai dilakukan di sebuah penginapan yang ada di Ngebel, sebuah tempat wisata di Ponorogo.
Seperti yang diucapkan Nano yang sempat melihat tayangan video mesum di sebuah warung kopi, menurutnya dilihat dari bentuk desain ruangan kamar, video tersebut ia pastikan diambil di sebuah penginapan Ngebel. “Sepertinya ini di Ngebel,” katanya kepada LICOM, Sabtu (2/6/2012).
Untuk memastikan bahwa video mesum tersebut apakah dibuat di Ponorogo seperti informasi yang sedang berkembang, LICOM mencoba datang ke daerah Kecamatan Babatan yang selama ini diduga sebagai tempat tinggal kedua pasangan mesum itu.
Beberapa warga mengaku mengenali pelaku. Menurut penuturan seorang tetangga salah satu pelaku, MT (pelaku) merupakan pelajar SMK kelas III yang lulus tahun ini. Namun, kata nara sumber yang tak ingin namanya dipunlikasikan tersebur, MT saat ini tengah pergi ke luar Jawa.
“MT harusnya lulus tahun ini. Dia sekolah di SMK swasta, dan sekarang sudah pergi, katanya ke Jambi,” terang tetangga MT.*arso

Editor: Mohammad Ridwan