Wednesday, December 8, 2010

POzone Clothing - Ponorogo T-Shirt Souvenir

Ponorogozone.com - Online Communities Ponorogo dedicate shirt Ponorogo identity.
SUPPORT POzone Clothing
as
REGIONAL SPECIAL souvenirs
PONOROGO!
100% CAH PONOROGO
Stand Pozone Clothing @Grebeg Suro 2010 Expo

Tuesday, November 30, 2010

POzone Clothing hadir di pameran Grebeg Suro 2010

*) Dalam rangka ikut memeriahkan Grebeg Suro 2010 dan Festival Reyog Nasional XVII, kami hadir di Pameran Industri Kecil dan Produk Unggulan, Gedung Sasana Praja lantai 1 Ponorogo, tgl. 01 - 07 desember 2010. Monggo pinarak!

Saturday, November 27, 2010

LOGO RESMI GREBEG SURO 2010


LOGO RESMI GREBEG SURO 2010

Grebeg Suro adalah perhelatan akbar masyarakat Kabupaten Ponorogo yang merupakan agenda tetap Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan sudah menjadi agenda wisata budaya Propinsi Jawa Timur dan Nasional.

Grebeg Suro Tahun 2010 mempunyai makna yang penting karena merupakan kegiatan awal dalam menyongsong Tahun Kunjungan Wisata Jawa Timur 2011.

Friday, October 1, 2010

Server POzone DOWN

Jam 4 Pagi hari ini, server terkena exploit yang mengakibatkan lumpuhnya server. Saat ini kami telah melakukan request untuk shutdown server agar tidak menjadi lebih parah.

Secepat mungkin kami akan lakukan pembenahan dan melakukan investigasi terhadap exploitasi tersebut.

Terima kasih dan Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ini

Regards,

Administrator.

Tuesday, August 24, 2010

The Most Popular Ship dan Juara I Catur Dalam rangkaian Sail Amsterdam


Lagu Indonesia Raya Sambut KRI Dewaruci di Amsterdam

penarmatim,  Tanggal : 23 /08 /2010


Surabaya, 23 Agustus 2010 Tanggal 19 Agustus 2010 pukul 10.30 Ws, KRI Dewaruci memasuki formasi sebagai urutan keenam dalam rangkaian Sail Parade dari IJmuiden ke Amsterdam. Keramaian di perairan alur masuk Amsterdam sudah dimulai sejak pagi. Ratusan bahkan ribuan kapal boat memenuhi alur dengan ragam asesoris. 
KRI Dewaruci sempat memacetkan lalu lintas dengan senjata andalan Genderang Suling-nya. Berkali-kali Komandan kapal KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Suharto berdecak kagum dan berujar, beginilah seharusnya Indonesia sebagai bangsa maritim. Kekaguman terhadap penataan laut terlihat sejak memasuki dok dan bibir pantai yang sudah dibangun permanen, sehingga kecil kemungkinan terjadi abrasi dan perairan pun menjadi terjaga untuk tetap menjadi media lalu lintas pergerakan manusia.

Wednesday, August 26, 2009

Bayi Raksasa Indonesia

Lagi, Ada Bayi Raksasa Lahir Selamat

Rabu, 26 Agustus 2009 | 10:53 WIB

LAWANG, KOMPAS.com — Muhammad Sueb langsung lega begitu mengetahui bayinya telah lahir, Selasa (25/8) malam. Kegembiraan calon bapak ini membuncah seiring lengkingan tangis bayi laki-laki yang lahir lewat operasi caesar itu.

“Begitu saya dengar tangis bayi yang keras dari ruang operasi, saya langsung berucap syukur alhamdulillah. Anak ketiga saya selamat,” kata Sueb yang ditemui di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Brawijaya, Lawang, Rabu.

Kegembiraan suami Titin (31) ini sebenarnya wajar dirasakan seorang calon bapak. Yang fantastis, bayi yang dilahirkan warga Dusun Turi RT 4 RW 2, Kelurahan Turi Rejo, Kecamatan Lawang, ini tergolong raksasa. Si bayi memiliki bobot 6,2 kilogram dengan panjang 52 sentimeter. Padahal, umumnya bobot bayi baru lahir 3-4 kilogram.

Sueb (31) yang bekerja di proyek pembangunan perumahan sebenarnya sudah menyadari anaknya akan lahir dengan tubuh jumbo. Ketika kandungan Titin berusia delapan bulan, hasil USG menyebutkan bayi yang dikandung istrinya itu sangat besar. Ketika itu, dokter memperkirakan bobot bayi laki-laki itu 5 kg.

Bukan kali pertama ini keluarga sederhana ini dikaruniai bayi berukuran besar. Sebelumnya, Ahmad, bayi pertama mereka yang lahir tahun 2000, meninggal sesaat setelah lahir dengan proses normal. Bayi kedua, Muhammad Ridho, yang lahir setahun kemudian dengan berat 4,8 kg lewat proses operasi itu juga meninggal dunia.

“Sempat terbayang bayinya akan besar seperti bayi kedua kami, tapi tidak sampai kebayang beratnya akan 6 kg lebih,” ujar Sueb sambil mengendong anak ketiganya yang diam anteng dalam gendongan.

Bayi yang belum diberikan nama itu memang terlihat paling menonjol di antara deretan bayi-bayi lainnya di ruang bayi RSB Brawijaya. Memakai baju bayi warna kuning ukuran satu tahun, boks tempat tidurnya terlihat sempit.

Sepanjang hari kemarin, bayi "mungil" pasangan Sueb-Titin ini menjadi primadona pengunjung dan ibu-ibu bayi lain. Mereka bergantian melihat bayi itu dari balik kaca saat perawat mengganti popok atau memberikan susu formula.

Sementara itu, Titin masih terbaring lemah dengan tangan kiri masih tertancap infus. Meski demikian, Titin masih bisa memberi senyum dan berkomentar pendek. “Semoga jadi anak yang berbakti dan berguna. (why)