The second version of legend.
Long ago there lived a ruler of Wengker named Prince Wijaya. Wengker was so often to be in wars against Kahuripan Kingdom which was then ruled by Airlangga. Due to the wars part of Wengker territory fell under Kahuripan to be its dependency. Wengker wished to regain its lost territory.
Read more: http://socyberty.com/politics/about-reyog-ponorogo-part-15/#ixzz27SX63220
"PONOROGO is a city that consists of several regions, and several kinds of ethnic elements. Ponorogo citizens are now not only live in Ponorogo Only, but spread throughout the archipelago. Ponorogo will be boxed into one roof, one goal, one-determination. The Zone is a word or place an interesting and fun. "
Showing posts with label tradisi unik. Show all posts
Showing posts with label tradisi unik. Show all posts
Tuesday, September 25, 2012
About Reyog Ponorogo Part 15
Labels:
grebeg,
grebeg suro,
ponorogo kriminal,
tempo doeloe,
tradisi unik
Friday, November 11, 2011
Kirab Bersih Desa Tradisi Unik Warga Purbosuman
PONOROGO - Kirab bersih desa warga Purbosuman, Ponorogo, Jawa Timur, sejak lama sudah menjadi tradisi di masyarakat. Bahkan ternyata, acara ini sudah merupakan agenda wisata yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Kirab bersih desa ini pada intinya acara spiritual dengan melakukan tradisi membersihkan desa dari roh-roh jahat, dan memohon keselamatan dan kesejahteraan kepada Sang Pencipta, agar masyarakat bisa hidup aman, damai dan tentram alam setiap aktivitasnya.
Tradisi ini sekaligus dilakukan ziarah ke makam Ki Ageng Jati Sulur (pendiri kawasan kelurahan Purbosuman), dengan mendoakan agar arwahnya iterima disis Tuhan Yang Maha Esa, dengan diiringi pertunjukan seni budaya Reog Ponorogo, dari pusat keberangkatan Kantor Lurah, hingga ke taman makam.
Tradisi ini sekaligus dilakukan ziarah ke makam Ki Ageng Jati Sulur (pendiri kawasan kelurahan Purbosuman), dengan mendoakan agar arwahnya iterima disis Tuhan Yang Maha Esa, dengan diiringi pertunjukan seni budaya Reog Ponorogo, dari pusat keberangkatan Kantor Lurah, hingga ke taman makam.
Subscribe to:
Posts (Atom)